October 2010



Materi kuliah Motor Bakar oleh Dr. Eng. Nurkholis Hamidi, ST., M.Eng tentang jenis-jenis motor bakar, prinsip kerja, perhitungan efisiensi siklus dan perbandingan efisiensi siklus dari jenis-jenis motor bakar:

Mesin Kalor:

1. Mesin Pembakaran Luar (Mesin Uap):

  • Macam bahan bakar yang bisa digunakan lebih banyak
  • Mesin uap lebih bebas getaran
  • Turbin uap lebih praktis untuk daya tinggi, misal > 2000 PS

2. Mesin Pembakaran Dalam  (Motor Bakar Torak):

  • Mesin lebih sederhana, kompak, ringan
  • Temperatur seluruh bagian mesin lebih rendah
  • Lebih efisien

Energi Kimia -> Energi Panas -> Power

 

 

 

 

 

Motor Bakar                      Daya:

Automobiles
Power Generation
Submarines
Diesel Locomotive

Motor Bakar: (more…)

Advertisements

Berikut ini adalah tugas untuk mata kuliah Sistem Kendali/Kontrol dengan dosen pembimbing Ir. Tjuk Oerbandono, M.Sc. tentang sistem kendali/kontrol otomatis sederhana:

Prinsip Kerja

Magnetic switch multifuntion ini merupakan alat sederhana yang memanfaatkan saklar magnet sebagai pemutus dan penghubung secara otomatis sebagai pengganti saklar manual  arus. Saklar ini dipasang pada pengunci pintu kamar mandi atau toilet. Ketika pintu dibuka dan dikunci dari dalam, saklar ini nantinya akan menyalurkan tegangan dari baterai diteruskan fan, alarm, lampu LED, dan lampu bohlam sehingga semua komponen akan menyala secara bersamaan. Semua komponen ini dihubungkan secara paralel, jadi apabila ada salah satu komponen yang mati maka tidak akan berpengaruh pada komponen lainnya.

Pada saat kunci ditarik dan pintu dibuka dari dalam, secara otomatis saklar akan memutus arus rangkaian sehingga semua komponen mati. Kelebihan dari alat ini meskipun pintu kamar mandi atau toilet dibuka atau ditutup dari luar, maka sistem ini tidak bekerja karena sistem hanya akan bekerja ketika pintu dikunci dari dalam.

Gambar benda kerja:

Gambar komponen sistem dan fungsinya:

1. Baterai AA berfungsi sebagai penyuplai tenaga pada rangkaian sistem. (more…)


Materi kuliah Perlakuan Panas dan Permukaan oleh Sugiarto, ST., MT. tentang bagaimana perlakuan panas pada logam aluminium paduan:

Heat treatment merupakan suatu proses pemanasan dan pendinginan yang terkontrol, dengan tujuan mengubah sifat fisik dan sifat mekanis dari suatu bahan atau logam sesuai dengan yang dinginkan. (Kamenichny, 1969: 74). Proses dalam heat treatment meliputi heating, colding, dan cooling. Adapun tujuan dari masing-masing proses yaitu :

  1. Heating :  proses pemanasan sampai temperatur tertentu dan dalam periode waktu. Tujuannya untuk memberikan kesempatan agar terjadinya perubahan struktur dari atom-atom dapat menyeluruh.
  2. Holding :  proses penahanan pemanasan pada temperatur tertentu, bertujuan untuk memberikan kesempatan agar terbentuk struktur yang teratur dan seragam sebelum proses pendinginan.
  3. Cooling :  proses pendinginan dengan kecepatan tertentu, bertujuan untuk mendapatkan struktur dan sifat fisik maupun sifat mekanis yang diinginkan.

 

Perlakuan Panas Aluminium Paduan

Perlakuan panas pada aluminium paduan dilakukan dengan memanaskan sampai terjadi fase tunggal kemudian ditahan beberapa saat dan diteruskan dengan pendinginan cepat hingga tidak sempat berubah ke fase lain. Jika bahan tadi dibiarkan untuk jangka waktu tertentu maka terjadilah proses penuaan (aging). Perubahan akan terjadi berupa presipitasi (pengendapan) fase kedua yang dimulai dengan proses nukleasi dan timbulnya klaster atom yang menjadi awal dari presipitat. Presipitat ini dapat meningkatkan kekuatan dan kekerasannya. Proses ini merupakan proses  age hardening yang disebut natural aging. Jika setelah dilakukan pendinginan cepat kemudian dipanaskan lagi hingga di bawah temperatur solvus (solvus line) kemudian ditahan dalam jangka waktu yang lama dan dilanjutkan dengan pendinginan lambat di udara disebut proses penuaan buatan (artificial aging).


Gambar 1. Diagram fasa perubahan mikrostruktur paduan Al-Cu,

Sumber : William K. Dalton : 259.

 

Proses dari pemanasan awal hingga pendinginan cepat disebut proses perlakuan pelarutan (solution treatment), dan proses sesudahnya disebut proses perlakuan pengendapan (precipitation treatment). (more…)


Materi kuliah Bahan Bakar dan Teknologi Pembakaran oleh Prof. Ir. I.N.G. Wardana, M.Eng., Ph.D. tentang persamaan reaksi kimia antara bahan bakar dengan udara:

REAKSI CAMPURAN BAHAN BAKAR

0.9C8H18 + 0.1C2H5OH + 23,1/2(O2+3,76N2) -> 7,4CO2 + 8,4H2O + 23,1/2*3,76N2

A/F = 23,1/2(32+3,76X28)/{0,9*(12*8+1*18)+0,1 (12*2+1*6+16))}

A/F = 14,79 Kg udara/Kg bahan bakar

Iso Octan dibakar dengan udara teoritis 120%

C8H18 + 1,2*25/2(O2 + 3,76 N2) ->8CO2 + 9H2O + (0,2*25/2) O2 + 25/2*3,76N2

A/F = 15(32+3,76×28)/(12*8+18) = 18,06 Kg udara/Kg bahan bakar

Ф = (F/A act) / (F/A stoic ) =  (1/18,06)/(1/15,05)     = 15,05/18,06     =0,833

udara teoritis               = 100/0,833     =120%

udara lebih                  = 120 -100       =20%

MENGHITUNG KALOR PEMBAKARAN (HHV, LHV)

C8H18 + 25/2(O2 + 3,76 N2) -> 8CO2 + 9H2O + 12,5x3,76N2

HV = enthalpi reaktan – enthalpi produk

HHV terbentuk kalau H2O berbentuk cair

LHV terbentuk kalau H2O berbentuk uap

KALOR PEMBENTUKAN: (more…)


Berikut ini adalah hasil praktikum di laboratorium Fenomena Dasar Mesin dengan alat Fluid Circuit Friction Experimental Apparatus untuk menganalisa hubungan bilangan Reynold terhadap kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat aliran fluida di dalam pipa:

Laporan hasil dan pembahasan praktikum Fenomena Dasar Mesin dengan dosen pembimbing Ir. Abdul Hadi Djaelani tentang hubungan antara bilangan Reynold dengan kerugian gesek (λ) pada pipa lurus, kerugian head (ζ) pada belokan (bend) 90°, dan koefisien aliran venturi (Cv) pada suhu air 27° C:

1. Hubungan Antara Bilangan Reynold dan Kerugian Gesek (λ) pada Pipa Lurus

Analisa grafik:

Pada grafik hubungan antara bilangan reynold dan faktor gesekan terlihat bahwa bentuk grafik cenderung menurun seiring bertambah besarnya bilangan reynold. Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa semakin besar bilangan reynold, maka faktor gesekan semakin kecil. Hal ini sesuai dengan rumus bilangan reynold: (more…)


Tugas Komputasi Dinamika Fluida dari dosen Prof. Ir. I.N.G. Wardana, M.Eng., Ph.D. tentang analisis profil aliran ketika melewati penampang pipa yang tak beraturan, perluasan penampang tiba-tiba (sudden enlargement), pada belokan (bend) mencakup efek yang ditimbulkan serta keuntungan dan kerugiannya.”

Permasalahan:

a)      Bagaimana profil aliran ketika melewati

  1. penampang pipa yang tak beraturan,
  2. perluasan penampang tiba-tiba (sudden enlargement), dan
  3. pada belokan (bend).

b)      Bagaimana efek aliran yang ditimbulkan oleh perubahan penampang pipa tersebut

c)       Keuntungan dan kerugian dari perubahan penampang pipa terhadap energi yang dihasilkan dilihat dari profil aliran.

Dari hasil analisa menggunakan software Ansys 10.0 dihasilkan gambar seperti berikut:

Bentuk Instalasi Pipa Setelah Dilakukan Proses Meshing (more…)


Tugas Komputasi Dinamika Fluida dari dosen Prof. Ir. I.N.G. Wardana, M.Eng., Ph.D. tentang analisis profil aliran fluida ketika melewati penampang berbentuk silinder dan airfoil. Hasil analisis dengan software Fluent 6.0:

Studi Kasus:

Menganalisis profil aliran fluida ketika melewati penampang berbentuk silinder dan airfoil

Hasil pengeplotan dengan software Fluent 6.0:

  1. Hasil pengeplotan profil aliran ketika melewati penampang silinder:

Grid Pada Penampang Silinder

 

Grid Pada Penampang Silinder (setelah diperbesar) (more…)

Next Page »