January 2011



Live USB Creator merupakan salah satu software yang dikhususkan untuk menyimpan system operasi (khususnya linux) ke dalam flash memory atau flashdisk. Flashdisk yang telah diisi oleh bootloader dari Live USB Creator ini bisa langsung dipakai untuk booting linux via USB sehingga tidak perlu lagi CD. Pada penggunaannya sama jika kita menggunakan media CD sebagai media mencoba atau menginstall linux hanya perbedaannya disini menggunakan flash memory atau flashdisk mengingat kapasitasnya yang mencukupi untuk menyimpan dalam hitungan gigabyte.

File yang bisa “ditancapkan” pada flashdisk ini berupa file dengan extensi iso maupun img sehingga bisa dikatakan software Live USB Creator ini semacam software pengekstrak ke dalam media flashdisk hanya saja perbedaannya hasil ekstrakannya ditaruh pada flasdisk dengan menambahkan bootloader di dalamnya sehingga hasilnya langsung bisa digunakan untuk booting via USB. Langkah-langkah dari penggunaan software ini tidaklah rumit, sangat simpel dan mudah. (more…)


Linux yang merupakan salah satu alternatif operating system, memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan operating system komersil yang lain. Dari segi tampilan maupun aplikasi yang diberikan memang agak sedikit berbeda. Tetapi satu hal yang pasti linux adalah operating sistem yang gratis dan bersifat terbuka sehingga dapat dikembangkan oleh berbagai kalangan. Bagi yang berminat atau sekedar ingin tahu, bisa mencoba distro-distro linux yang ada atau yang kebanyakan dipakai oleh kalangan atau komunitas tertentu untuk saling berbagi jika ada kesulitan atau permasalahan seputar open source ini. Ubuntu, Mandriva, Fedora, Red Hat, Linux Mint, Centos, dan Open Suse adalah beberapa dari jenis open source yang berkembang sampai saat ini dan masih banyak lagi distro-distro yang lain dengan berbagai variasi kelebihan yang ditawarkan masing-masing. Namun pertimbangan utama dalam memilih distro adalah dukungan hardware yang kompatibel.

Pada awal ketika saya ingin mencoba linux ada banyak kendala yang saya alami sampai ketika saya membuat postingan ini, mulai dari memilih distro yang cocok dan kompatibel dengan hardware, partisi hardisk, menginstall software/aplikasi sampai masalah mengkonfigurasi settingan setelah instalasi. Setelah tanya sana-tanya sini browsing sana-browsing sini download sana-download sini coba ini-coba itu sampai tidak bisa dan tidak ingin tidur sehari semalam dibuatnya, akhirnya ketemu juga distro yang pas, cocok, dan kompatibel dengan hardware dari Compaq Presario CQ40 539TX ini mulai dari webcam, usb, cdrom, hardisk sampai graphic card (Nvidia) yaitu Mandriva 2010. Salah satu komponen terpenting dari laptop adalah wireless dan dari sekian banyak distro yang saya coba hanya Mandriva 2010 mampu mengidentifikasinya. Bagaimanapun juga jika wireless pada laptop tidak dapat aktif maka it is totally disaster. (more…)