Mandriva



Meski masih dikategorikan pemula dalam menggunakan Mandriva atau sekedar tahu dan bisa dibilang cukup familiar dengan salah satu distro open source ini namun tidak ada salahnya jika kita sedikit menengok sejarah perkembangan Mandriva sejak awal berdiri hingga tetap eksis sampai sekarang.

Mandriva. Nama salah satu distro open source yang selama ini kita kenal ternyata bukan nama yang sejak awal digunakan. Mandriva Linux (dahulu dikenal dengan nama Mandrakelinux atau Mandrake Linux) adalah sistem operasi yang dibuat oleh Mandriva dahulu dikenal dengan nama Mandrakesoft). Mandriva Linux menggunakan RPM Package Manager. Sejak pertama kali dirilis pada 23 Juli 1998 dengan versi KDE 1.0 linux ini masih berbasis Redhat Linux versi 5.1.

Sejarah perubahan nama dari linux ini dimulai sejak pertama kali dirilis hingga versi 8.0 yang pada saat itu dikenal dengan Linux Mandrake. Sedangkan pada versi 8.1 sampai 9.2 diberi nama Mandrake Linux. Namun pada Pebruari 2004, Mandrakesoft dituduh oleh Hearst Corporation, pemilik King Features Syndicate. Hearst menuduh Mandrakesoft melanggar hak cipta karakter King Features bernama “Mandrake the Magician. Oleh karena itu, Mandrakesoft mengganti nama produknya dengan menghilangkan spasi antara merek dan nama produk serta mengubah huruf pertama dari nama produk menjadi huruf kecil sehingga menjadi satu kata. Mulai dari versi 10.0 Mandrake Linux dikenal sebagai “Mandrakelinux”. (more…)

Advertisements

Linux yang merupakan salah satu alternatif operating system, memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan operating system komersil yang lain. Dari segi tampilan maupun aplikasi yang diberikan memang agak sedikit berbeda. Tetapi satu hal yang pasti linux adalah operating sistem yang gratis dan bersifat terbuka sehingga dapat dikembangkan oleh berbagai kalangan. Bagi yang berminat atau sekedar ingin tahu, bisa mencoba distro-distro linux yang ada atau yang kebanyakan dipakai oleh kalangan atau komunitas tertentu untuk saling berbagi jika ada kesulitan atau permasalahan seputar open source ini. Ubuntu, Mandriva, Fedora, Red Hat, Linux Mint, Centos, dan Open Suse adalah beberapa dari jenis open source yang berkembang sampai saat ini dan masih banyak lagi distro-distro yang lain dengan berbagai variasi kelebihan yang ditawarkan masing-masing. Namun pertimbangan utama dalam memilih distro adalah dukungan hardware yang kompatibel.

Pada awal ketika saya ingin mencoba linux ada banyak kendala yang saya alami sampai ketika saya membuat postingan ini, mulai dari memilih distro yang cocok dan kompatibel dengan hardware, partisi hardisk, menginstall software/aplikasi sampai masalah mengkonfigurasi settingan setelah instalasi. Setelah tanya sana-tanya sini browsing sana-browsing sini download sana-download sini coba ini-coba itu sampai tidak bisa dan tidak ingin tidur sehari semalam dibuatnya, akhirnya ketemu juga distro yang pas, cocok, dan kompatibel dengan hardware dari Compaq Presario CQ40 539TX ini mulai dari webcam, usb, cdrom, hardisk sampai graphic card (Nvidia) yaitu Mandriva 2010. Salah satu komponen terpenting dari laptop adalah wireless dan dari sekian banyak distro yang saya coba hanya Mandriva 2010 mampu mengidentifikasinya. Bagaimanapun juga jika wireless pada laptop tidak dapat aktif maka it is totally disaster. (more…)